Thursday, February 28, 2013

Sisi Lain

RAHASIA LARANGAN BERPAKAIAN KETAT

Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, disamping makanan dan tempat tinggal. Selain itu, pakaian  berfungsi sebagai penutup tubuh dan juga merupakan lambang status seseorang dalam masyarakat. Berpakaian merupakan perwujudan dari sifat dasar manusia yang mempunyai rasa malu sehingga berusaha menutupi tubuhnya. Maka islam juga sangat memperhatikan pakaian seorang muslim.
Islam menetapkan batasan-batasan tertentu untuk laki-laki dan perempuan. Khusus untuk muslimah, memiliki pakian khusus yang menunjukkan jati dirinya sebagi seorang muslimah. Namun perubahan zaman dan perubahan tren memang tidak bisa dipisahkan dari mode. Saat ini, pakaian banyak yang mengikuti mode dan ada kalanya tidak memperhatikan isi tuntutan agama bahkan kesehatan. Jadi tak jarang ada aspek kesehatan juga dibaliknya, seperti juga sepatu hak tinggi (high heels), lensa kontak, dan baju ketat.
Diantaranya masalah kesehatan yang dapat  ditimbulkan dari seseorang yang berpakaian ketat ada beberapa hal.
 Pertama, gangguan saraf.  Pada awalnya terjadi karena adanya penekanan pada saraf yang terletak di seluruh tubuh di luar jaringan otak yang selanjutnya akan berlanjut ke tahapan lebih serius,  ngangguan pada saraf tepi yang disebabkan oleh kurangnya pergerakan sekitar lokasi penekanan tersebut juga akan menimbulkan beberapa gangguan sampingan yang biasa didapat ketika seorang duduk atau menekuk kaki terlalu lama sehingga berisiko menimbulkan gangguan aliran darah yang selanjutnya akan mengganggu saraf. Hal ini  bisa pula disebabkan oleh faktor-faktor lain, seperti infeksi atau gangguan metabolisme lain. Akan tetapi, proses mekanis termasuk penggunaan celana pinggul atau kerap disebut dengan istilah hipster disorot sebagai salah satu tindakan paling berisiko terhadap terjadinya gangguan saraf tadi.
Kedua, gangguan kulit. Menurut dr. Kusmarinah Bramono, Sp.KK., spesialis kulit dan kelamin RSCM, pada dasarnya semua jenis pakaian ketat berpotensi menimbulkan tiga macam gangguan kulit baik itu sebatas pinggul maupun diatas pinggul. Hal itu disebabkan masalah kelembaban yang memungkinkan jamur dapat berkembang biak dengan leluasa. Selain itu, gesekan yang timbul akibat pemakaian pakaian ketat juga akan lebih sering berlangsung sehingga bisa menimbulkan suatu proses iritasi kulit yang pada akhirnya akan berperan sebagai pemicu perkembangan abnormal jamur. Jenis jamur yang banyak ditemui adalah jamur panu (bercak putih, cokelat, atau kemerahan), jamur kurap dengan bintik menonjol gatal, serta jamur kandida yang basah dan gatal.
Ketiga, akan berbekas hitam. Busana sehari-hari jika terlau ketat menempel di tubuh atau terbuat dan bahan bertekstur kasar juga dapat memicu luka.Celana ketat terutama berpengaruh pada kondisi kulit di sela-sela paha. Awalnya mungkin Cuma radang ringan, tapi kalau prosesnya lama bisa menimbulkan bercak hitam di pangkal paha. Jika si pemilik tubuh insyaf  dan menjauhkan diri dari busana ketat,warna hitam tadi mungkin saja berkurang atau hilang sama sekali. Namun proses penghilangan berkas hitam tersebut tidak semudah membalik telapak tangan.
Keempat, kanker ganas melanoma. Penyakit ini disebabkan oleh sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur tubuh yang berpakaian ketat atau berpakaian pantai (yang biasa dipakai wanita ketika di pantai dan berjemur disana). Penyakit ini mengenai seluruh tubuh dengan kadar yang berbeda-beda. Tanda-tanda penyakit ini muncul pertama kali adalah seperti bulatan bewarna hitam agak lebar. Terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis dan biasanya didaerah sekitar mata. Kemudian, menyebar keseluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa ( daerah di atas paha ), menyerang darah, lalu menetap dihati dan merusaknya. Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, di antaranya tulang, dan bagian dalam dada. Juga bagian perut karena kerusakan ginjal yang menyebabkan air kencing bewarna hitam. Penyakit ini juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama. Sejauh ini belum ada obat-obatan yang dapat mengobatinya. Inilah hikmah besar dimana islam melarang seorang muslim berpakaian ketat.
Muhammad Maulana El-Shultan

No comments:

Post a Comment