Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok
manusia, disamping makanan dan tempat tinggal. Selain itu, pakaian
berfungsi sebagai penutup tubuh dan juga
merupakan lambang status seseorang dalam masyarakat. Berpakaian merupakan
perwujudan dari sifat dasar manusia yang mempunyai rasa malu sehingga berusaha menutupi
tubuhnya. Maka islam juga sangat memperhatikan pakaian seorang muslim.
Islam menetapkan batasan-batasan tertentu untuk
laki-laki dan perempuan. Khusus untuk muslimah, memiliki pakian khusus yang
menunjukkan jati dirinya sebagi seorang muslimah. Namun perubahan zaman dan
perubahan tren memang tidak bisa dipisahkan dari mode. Saat ini, pakaian banyak
yang mengikuti mode dan ada kalanya tidak memperhatikan isi tuntutan agama
bahkan kesehatan. Jadi tak jarang ada aspek kesehatan juga dibaliknya, seperti
juga sepatu hak tinggi (high heels), lensa kontak, dan baju
ketat.
Diantaranya masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan dari seseorang yang berpakaian
ketat ada beberapa hal.
Pertama, gangguan saraf. Pada awalnya terjadi karena adanya penekanan
pada saraf yang terletak di seluruh tubuh di luar jaringan otak yang
selanjutnya akan berlanjut ke tahapan lebih serius, ngangguan pada saraf tepi yang disebabkan
oleh kurangnya pergerakan sekitar lokasi penekanan tersebut juga akan
menimbulkan beberapa gangguan sampingan yang biasa didapat ketika seorang duduk
atau menekuk kaki terlalu lama sehingga berisiko menimbulkan gangguan aliran
darah yang selanjutnya akan mengganggu saraf. Hal ini bisa pula disebabkan oleh faktor-faktor lain,
seperti infeksi atau gangguan metabolisme lain. Akan tetapi, proses mekanis
termasuk penggunaan celana pinggul atau kerap disebut dengan istilah hipster
disorot sebagai salah satu tindakan paling berisiko terhadap terjadinya
gangguan saraf tadi.
Kedua, gangguan kulit. Menurut
dr. Kusmarinah Bramono, Sp.KK., spesialis kulit dan kelamin RSCM, pada dasarnya
semua jenis pakaian ketat berpotensi menimbulkan tiga macam gangguan kulit baik
itu sebatas pinggul maupun diatas pinggul. Hal itu disebabkan masalah
kelembaban yang memungkinkan jamur dapat berkembang biak dengan leluasa. Selain
itu, gesekan yang timbul akibat pemakaian pakaian ketat juga akan lebih sering
berlangsung sehingga bisa menimbulkan suatu proses iritasi kulit yang pada
akhirnya akan berperan sebagai pemicu perkembangan abnormal jamur. Jenis jamur
yang banyak ditemui adalah jamur panu (bercak putih, cokelat, atau kemerahan),
jamur kurap dengan bintik menonjol gatal, serta jamur kandida yang basah dan
gatal.
Ketiga, akan berbekas hitam.
Busana sehari-hari jika terlau ketat menempel di tubuh atau terbuat dan bahan
bertekstur kasar juga dapat memicu luka.Celana ketat terutama berpengaruh pada
kondisi kulit di sela-sela paha. Awalnya mungkin Cuma radang ringan, tapi kalau
prosesnya lama bisa menimbulkan bercak hitam di pangkal paha. Jika si pemilik
tubuh insyaf dan menjauhkan diri dari
busana ketat,warna hitam tadi mungkin saja berkurang atau hilang sama sekali.
Namun proses penghilangan berkas hitam tersebut tidak semudah membalik telapak
tangan.
Keempat, kanker ganas melanoma.
Penyakit ini disebabkan oleh sengatan matahari yang mengandung ultraviolet
dalam waktu yang panjang disekujur tubuh yang berpakaian ketat atau berpakaian
pantai (yang biasa dipakai wanita ketika di pantai dan berjemur disana). Penyakit
ini mengenai seluruh tubuh dengan kadar yang berbeda-beda. Tanda-tanda penyakit
ini muncul pertama kali adalah seperti bulatan bewarna hitam agak lebar.
Terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis dan
biasanya didaerah sekitar mata. Kemudian, menyebar keseluruh bagian tubuh disertai
pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa ( daerah di
atas paha ), menyerang darah, lalu menetap dihati dan merusaknya. Terkadang
juga menetap di sekujur tubuh, di antaranya tulang, dan bagian dalam dada. Juga
bagian perut karena kerusakan ginjal yang menyebabkan air kencing bewarna
hitam. Penyakit ini juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang
mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama. Sejauh
ini belum ada obat-obatan yang dapat mengobatinya. Inilah hikmah besar dimana
islam melarang seorang muslim
berpakaian ketat.
Muhammad Maulana
El-Shultan
No comments:
Post a Comment